Headline >>

PLTU Paiton, Pembangkit Listrik dan Wisata


Pembangkit listrik sebetulnya bukan merupakan obyek wisata bagi masyarakat umum, namun tidak begitu untuk pembangkit listrik yang ada di Kabupaten Probolinggo. PLTU Paiton yang berada di Desa Binor, Kec. Paiton, menjadi obyek yang selalu disinggahi para pengguna jalan dari Surabaya dan Bali.

Megaproyek terbesar di Asia Tenggara ini memiliki keindahan dan pesona fantastik di malam hari, tak ayal jika banyak pengguna jalan raya pantura yang menyempatkan diri menikmati terangnya lampu-lampu berlatar belakang laut.

"Eksotis mas kalo dilihat malam hari, seperti kapal titanic kalau dilihat dari kejauhan, makanya saya mampir sebelum kembali ke Surabaya", ujar Supriadi, pengguna jalan yang ditemui redaksi.

Lokasi pemberhentian yang berada di atas bukit, tepatnya di tikungan tanjakan sebelum perbatasan memberikan keleluasaan untuk melihat PLTU Paiton. Jika siang hari, eksotisme pemandangan laut biru menjadi daya tarik yang berbeda, namun banyak pengunjung yang menikmatinya dari Masjid yang berada di gerbang komplek ini. (fik)

12:06 AM | Posted in | Read More »

Wisata Religi Miniatur Ka'bah


Wisata Religi Miniatur Ka'bah dapat ditemui dimanapun, karena biasanya dipakai oleh calon haji sebagai latihan atau lebih dikenal manasik haji. Wisata yang berlokasi di sebelah timur Pantai Bentar Indah mempunyai keunggulan sendiri dimana ukuran replika dibuat sama dengan ukuran asli Ka'bah yang ada di Mekkah. Letaknya yang berada tepat di kaki Bukit Bentar menambah suasana panas sesungguhnya seperti di Arab. Meskipun belum rampung seluruhnya, pada akhir Oktober lalu jamaah calon haji (JCH) Kloter 24 dan 25 asal Kab. Probolinggo sudah bermanasik haji di lokasi tersebut. Memang, tujuan pembangunannya bukan untuk menyerupai Ka'bah aslinya, tetapi dengan tujuan memberikan gambaran dan ilmu bagi orang-orang yang ingin tahu seberapa besar Ka'bah di Mekkah.

Berlokasi di pinggir jalan pantura atau tepatnya di Jl. Raya Curahsawo-Gending, Probolinggo, memberikan kemudahan bagi pengunjung menikmati wisata ini. Bagi pengunjung yang ingin menunaikan sholat juga disediakan masjid yang cukup besar. Jadi, jika ingin mengetahui replika Ka'bah yang hampir sama dengan sebenarnya, disini tempat yang patut anda kunjungi, dengan harapan semoga Allah SWT memberikan ridho agar kita bisa menunaikan haji dan meihat Ka'bah aslinya. (taufik)

10:10 AM | Posted in | Read More »

Candi Jabung



Selain Gunung Bromo dan air terjun Madakaripura, Kabupaten Probolinggo memiliki wisata sejarah yang belum banyak dikenal yaitu Candi Jabung yang terletak di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Dalam kitab Negarakertagama, pupuhXXXI diuraikan pada saat raja Hayam Wuruk mengadakan perjalanan di daerah timur (tahun 1359) telah sampai di Kalayu berhenti untuk mengadakan upacara persembahan (nyekar = yakni upacara penaburan bunga). Kalayu adalah nama desa perdikan kasogatan, tempat candi makam sanak kandang Baginda Raja. Penyekaran di makam dilakukan sangat hormat “memegat sigi” nama penyekaran itu. Setelah selesai penyekaran, perjalanan diteruskan mengunjungi desa-desa di sekitarnya dan bermalambeberapa malam. Kalayu ditinggalkan dan perjalanan menuju ke Kutugan melalui Kebun Agung sampai Kambangrawi dan bermalam.

Tanah anugrah Sri Nata kepada Tumenggung Nala, candinya Budha menjulang tinggi sangat elok bentuknya. Paginya Baginda dan rombongan meneruskan perjalanan ke Kalses, B’rurang, Patunjungan, terus langsung melintasi Patentanan, Tarbu dan Lesan sampai di Pajarakan. Di samping itu dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa di desa Sajabung terdapat bangunan suci yang diberi gelar abhiseka: Barajinaparamitapura. Bila diperhatikan dari urutan perjalanan dan nama-nama desa yang dilalui dan disinggahi maka bangunan suci tersebut kiranya dapat disamakan dengan Candi Jabung sekarang dan bersifat agama Budha.

Candi Jabung dibuat dari bahan batu merah dengan ukuran, panjang = 3,11 m, lebar = 9,58 m dan tinggi = 15,58 m. Pada saat sebelum diadakan pemugaran candi berdiri pada sebidang tanah yang berukuran 35 x 40 m dan sekarang telah mendapatkan perluasan tambahan tanah hasil pengadaan seluas 20.042 m2. Candi Jabung terletak pada ketinggian 8 m diatas permukaan air laut. Berdasarkan letak pintu bilik candi terletak disebelah barat, maka Candi Jabung tersebut menghadap ke barat. Pada sisi barat masih terlihat bagian yang menjorok ke depan merupakan bekas susunan tangga naik memasuki candi. Pada masa kolonial Belanda, candi ini masih sering digunakan sebagai tempat pemujaan masyarakat sekitar dengan meletakkan sesajen melalui tangga kayu yang dibuat sederhana.

Referensi: probolinggokab.go.id

9:58 AM | Posted in | Read More »

Madakaripura


Kajian sejarah yang dilakukan dengan seksama, membuktikan bahwa Indonesia yang elok dan permai ini, dulu disebut Nusantara. Ketika pada tahun 1869 seorang penulis Eropa yang bernama James Richard Logan menulis nama Indonesia untuk pertama kalinya dan kemudian diikuti oleh pengarang Eropa lainnya, nama Indonesia menjadi lebih populer ketimbang Nusantara.

Keberadaan Nusantara adalah sebuah imperium yang luas, membentang dari Wanin hingga Madagaskar, dalam rengkuh kekuasaan seorang Maha Raja Mojopahit bergelar Prabu Hayam Wuruk. Adalah seorang Perdana Menteri yang dikenal sebagai Maha Patih Gajah Mada, berjuang dengan gigih secara heroic mempersatukan seluruh wilayah Nusantara berada di bawah payung kekuasaan Majapahit. Wajar jika kemudian sosok Gajah Mada lebih dikenal dari Hayam Wuruk maupun Majapahit.

Madakaripura adalah suatu tempat kunjungan wisata sakral berupa deretan Air Terjun yang sentralnya mencapai ketinggian sekitar 200 meter dari dasar jeram. Air yang jatuh itu melayang-layang sambil bercanda , berhamburan menari-nari kesana kemari, meluncur turun saling mendahului, kemudian jatuh ke dasar jeram menimbulkan irama yang gemuruh. Kadang disela oleh debam dahsyat yamh gemanya menggetarkan relung sempit berdiameter tak kurang dari 25 meter itu, hingga terdengar menggelegar. Menyusul hempasan angin yang menderu-deru, mengibaskan butiran air yang lembut, menyambut mereka yang datang. Semburan air yang berhamburan itu membiaskan warna warni indah disorot sinar surya bagai Mata Dewa, menciptakan bianglala.

Keperkasaan yang dahsyat di Madakaripura dipilih oleh Gajah Mada sebagai tempat bertapa untuk memperoleh kesentosaan hingga ia menjadi sakti mandraguna. Setelah membuktikan Sumpah Palapa dan berhasil mempersatukan seluruh Nusantara, ditempat inipula ia menghabiskan sisa usianya, mempersiapkan diri untuk Muksha menuju ke Nirwana. Ternyata Mada Kari Pura memang berarti “tempat tinggal terakhir” Gajah Mada. Manakala kita merindukan kebesaran jasa Gajah Mada, dan ingin menghayati kehebatannya, kita bisa datang kesana untuk menunggu munculnya bianglala. Sukmanya akan turun meniti tangga berwarna, bersiram air suci “Tirta Sewana”. Banyak orang percaya bahwa “Tirta Sewana” berkhasiat memberikan kesembuhan dan membuat awet muda.


Lokasi Madakaripura berada 620 meter diatas permukaan air laut dan terletak di kawasan tengger tidak jauh dari Bromo tepatnya di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, agaknya alam menempatkan Madakaripura sebagai pelengkap Bromo. Kepayahan dan kepenatan sehabis medaki puncak Bromo, akan sirna dengan mandi Air Suci Tirta Sewana untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke obyek-obyek wisata lainnya dikawasan Probolinggo.

sumber:probolinggokab.go.id

9:40 AM | Posted in | Read More »

Gunung Bromo


Bromo bukan hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia, tetapi sudah menjadi agenda kunjungan wisata bagi masyarakat dunia. Tidak pernah sepi dari kunjungan para turis, bahkan mereka betah berhari-hari tinggal disana.


Magma kawah Gunung Bromo (kiri), Kawah Bromo dengan kepulan asapnya (tengah), dan tangga menuju Kawah Gunung Bromo(kanan)

Meniti tangga menuju puncak Gunung Bromo untuk menyaksikan terbitnya matahari bukan suatu hal yang terlalu berlebihan. Namun bermain-main dibibir kepundan yang menganga kemudian merayap turun menjejakkan kaki telanjang pada magma beku untuk mengukir nama kemudian mengabadikannya, barangkali hanya bisa dilakukan di Bromo tidak ditempat lain.

Gunung Bromo berada dikawasan pelestarian alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan merupakan Taman Nasional paling spektakuler dan paling mudah dikunjungi diantara Taman Nasional lainnya yang ada di Indonesia yang terletak antara 1.000 – 3.676 meter diatas permukaan air laut. Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terletak pada rangkaian pegunungan berapi yang merupakan salah satu dari rangkaian besar pegunungan yang terbentang sepanjang Pulau Jawa. Dibagian utara pegunungan Tengger terdapat kaldera Tengger yang sangat indah dan menarik, garis tengahnya mencapai 8-10 kilometer, sedang dindingnya yang terjal tingginya antara 200–700 meter.

Dasar Kaldera Tengger berupa laut pasir seluas 5.290 ha, terdapat Gunung Bromo (2.392 m), Gunung Batok (2.470 m), Gunung Kursi (3.392 m), Gunung Watangan (2.601 m), dan Gunung Widodaren (2.600 m). Gunung Bromo merupakan gunung yang masih aktif yang pada waktu tertentu mengeluarkan asap. Disamping untuk tujuan pariwisata, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berfungsi pula untuk : Penelitian, Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Konservasi dan Pembinaan Cinta Alam.

Seperti pada umumnya Taman Nasional lainnya di Indonesia, pengelolaan Taman Nasional ini dilaksanakan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang kantornya berada di Malang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Perlindungan Hutan dan Pelestarian alam, Departemen Kehutanan.

Menurut Schmidt and Ferguson type iklim di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tergolong type C dan D. Sedangkan musim hujan berlangsung pada bulan Oktober sampai Maret. Suhu rata-rata berkisar antara 7-18 derajat celcius. Type vegetasi hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah type Hutan Hujan Pegunungan yang terdiri dari Hutan Tinggi, Hutan Alfin, Hutan Cemara, Padang Rumput dan vegetasi Kaldera. Tumbuhan yang banyak dijumpai adalah Cemara (Casuarina junghuhniana), Akasia (accaccia decurens), Mentigi (Vacinium varingaefolium), Adas (Anethum graveolens), Senduro atau bagi masyarakat Tengger disebut bunga Tanalayu dan juga sering disebut sebagai bunga Edelwise (Anaphalis javanica), dan berbagai jenis anggrek alam di daerah Semeru selatan.

Fauna yang sering dijumpai adalah Rusa (Cervus timorensis), Kijang (Muntiacus muntjak), Budeng (Presbytis cristata), Burung Pita (Pitta guajana), Rangkok (Rhyticeros undulatus), Bido (Spilomis cheela bido), dan Belibis (Anas superciliosa).

Pintu gerbang utama menuju ke Laut Pasir dan Gunung Bromo melalui Cemorolawang. Kawasan ini merupakan daerah wisata yang paling ramai terutama pada hari libur. Beberapa aktivitas dapat dilakukan di daerah ini antara lain : berkemah, menikmati pemandangan alam, berkuda menuju Lautan Pasir atau berjalan kaki. Untuk mencapai puncak Gunung Bromo dapat menaiki tangga yang telah disediakan. Kawah Gunung Bromo merupakan kawah yang menganga lebar dengan kepulan asap yang keluar dari dasar kawah menandakan bahwa gunung tersebut masih aktif.

Pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo sangat indah dan menjadi daya tarik tersendiri dan untuk menikmatinya kita dapat berangkat dari Cemorolawang pada jam 04.00 WIB.

Untuk mencapai daerah Cemorolawang digunakan rute: Probolinggo – Tongas / Ketapang – Sukapura – Ngadisari kurang lebih berjarak 42 kilometer dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum sampai Ngadisari. Sedangkan dari Ngadisari – Cemorolawang kurang lebih 3 kilometer dapat berjalan kaki atau memakai kendaraan Jeep.

sumber:probolinggokab.go.id

2:46 AM | Posted in | Read More »

Eksotika Pantai Bentar


Kabupaten Probolinggo termasuk wilayah yang mempunyai image pariwisata menarik di Jawa Timur.
Wisata pegunungan hingga wisata pantai tersedia di kabupaten ini. Jika Anda sedang perjalanan ke arah timur jawa melalui pantai utara, maka Anda akan melintasi sebuah pantai yang terletak 20km di barat Kota Kraksaan. Pantai ini dikenal dengan Pantai Wisata Bentar.

Dari segi nama saja sudah dapat diketahui kalau pantai ini tidak terlalu panjang. Kata bentar atau sebentar mengartikan bahwa pantai ini hanya sebentar terlintas di tepi jalan Surabaya-Paiton. Pantai ini juga berdampingan dengan gunung yang tidak besar, mungkin bisa disebut bukit, dengan nama yang sama yaitu Gunung Bentar.

Lokasi pantai ini berada di Jl. Raya Surabaya-Paiton, Desa Bentar, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Dibutuhkan waktu tidak lama untuk sampai ke obyek wisata ini, sekitar 20 menit dari Kota Kraksaan dan sekitar 15 menit dari Kota Probolinggo. Pengunjung sangat mudah menuju ke pantai ini karena berada di pinggir jalan raya pantura dimana semua angkutan umum dari dan ke Surabaya melewati jalur ini.

Pantai Wisata Bentar memiliki beragam fasilitas seperti hutan bakau di sebelah timur yang didukung dengan jembatan kayu, arena bermain, kolam renang, panggung seni, dan toko souvenir. Terdapat pula sepeda air dan kebun binantang mini yang berisi rusa, kijang, burung, dan ular. Pepohonan rindang yang ditata rapi menghilangkan kesan panas yang dirasakan di pantai dan ditambah dengan adanya joglo-joglo kecil yang tersebar di tengah dan pinggir area. Wisata lain yang menjadikan pantai ini patut dikunjungi adalah kemunculan hiu-hiu tutul pada bulan-bulan tertentu.

Sarana parkir yang luas untuk roda dua dan roda empat sangat menjamin kenyamanan pengunjung dalam memarkir kendaraan. Kios kecil dan beberapa rumah makan juga disediakan di dalam dan luar areal wisata dan berdampingan dengan Pos Polisi yang turut memberikan jaminan keamanan dan ketertiban pengunjung. Butuh souvenir pantai? jangan khawatir, di sebelah barat areal parkir terdapat toko-toko yang menjual aneka cinderamata khas pantai bentar.

Tiket masuk sangat terjangkau, dengan merogoh kocek Rp.3000 untuk anak2 dan Rp. 10.000 untuk dewasa, maka anda sudah bisa menikmati eksotisme pantai bentar. Tiket tersebut tidak termasuk permainan dan fasilitas yang lain.

Rencananya, Pemkab Probolinggo melalui Disbudpar akan menambah fasilitas dengan membangun hotel di sebelah timur pantai ini. Jadi, jika anda berkunjung ke Kabupaten Probolinggo tak akan lengkap jika tidak mengunjungi obyek wisata Pantai Bentar. (fik)

Sumber gambar:iyangbangetdeh.multiply.com

8:40 PM | Posted in | Read More »

Blog Archive

Seputar Kraksaan

Seputar Probolinggo

Jelajah Kota