Headline >>
|

Belajar dari Kisah Joko Doel


Sedikit berbagi cerita dan sejarah bagi warga ibukota kabupaten, disini kita dapat memetik pelajaran dalam mengarungi kehidupan dimana semangat yang kuat serta tekad bulat untuk meraih sebuah keinginan. Pelajaran lainnya adalah menjauh dari rasa putus asa walaupun rintangan dan cobaan datang bertubi-tubi.Aplikasi dalam kehidupan diharapkan bisa dilakukan dengan belajar dari kisah Joko Doel yang merupakan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo. Berikut cerita selengkapnya.

Joko Doel adalah seorang Patih Probolinggo, dimana pada masa itu di daerah Kraksaan jabatan patih sedang tidak ada. Oleh karena itu, ia kemudian diutus ke Kraksaan untuk menjadi Patih Kraksaan.

Joko Doel kurang percaya diri dengan jabatan barunya itu. Ia teringat akan cerita R.T.A Nitinegoro yang pernah nyepi di makam Kyai Joyolelono dengan tujuan mendapatkan restu dari Kyai Joyolelono. Joko Doel mempunyai niat yang sama yang pernah dilakukan oleh almarhum R.T.A Nitinegoro.

Dengan rasa hormat seorang ahli nujum pada saat itu sempat mengatakan kepada Joko Doel bahwa acara nyepi yang akan dilakukan sangat berat karena ada berbagai rintangan yang akan menghadang usahanya. Mendengar perkataan itu, Joko Doel sempat merasa tidak mampu untuk menghadapi semua rintangan.

Ahli nujum meyakinkan hati Joko Doel dengan menjawab bahwa satu hal yang yang akan membuat usahanya berhasil yaitu niat dan keberanian Joko Doel untuk melakukan nyepi. Akhirnya, Joko Doel merasa yakin dengan niatnya setelah mendengar pendapat ahli nujum. Dia juga mendapatkan tuntunan ritual yang harus dijalani.

Esok harinya, Joko Doel berangkat untuk melakukan nyepi. Acara nyepi dilakukan pada malam hari dengan duduk bersila dan tidak diperbolehkan makan dan minum dalam beberapa hari. Rintangan mulai datang pada malam ketiga, angin yang semula bertiup pelan tiba-tiba menjadi kuat sampai tubuh Joko Doel hampir terseret. Namun, Joko Doel tetap bertahan dengan keteguhan dan konsentrasi penuh sampai akhirnya angin kencang itu tidak dirasakannya lagi.

Rintangan kedua adalah semut. Tiba-tiba ribuan semut datang menghampiri tubuh Joko Doel, entah darimana datangnya semut-semut itu hingga merayapi seluruh tubuhnya. Bahkan semut-semut itu merayap hingga ke wajah Joko Doel dan tak jarang ribuan semut itu menggigit. Joko Doel kembali berkonsentrasi dengan sekuat tenaga agar bisa tetap bertahan hingga semut-semut tersebut hilang secara perlahan.

Rintangan selanjutnya adalah puluhan ular yang tiba-tiba datang dan melilitkan tubuhnya ke badan Joko Doel. Setelah itu, cobaan berupa suara yang menggelegar dan menakutkan terdengar hingga tujuh kali. Namun, Joko Doel tetap bertahan dengan nyepinya.

Tak lama, tanah pekuburan Kyai Joyolelono menghilang secara tiba-tiba. Dari posisi makam tersebut muncul sebuah istana megah. Bayangan Kyai Joyolelono tampak keluar dari istana tersebut dan mendekati Joko Doel.

Kyai Joyolelono menanyakan maksud kedatangan Joko Doel ke tempatnya. Joko Doel pun menjawab bahwa dia ingin mendapatkan restu untuk menjadi Patih Kraksaan. Restu dari Kyai Joyolelono diharapkan dapat membantu Joko Doel dalam menjalankan tugas dengan baik dan selamat.

Bayangan Kyai Joyolelono tampak mengangguk-anggukkan kepala pertanda bahwa mengerti maksud dan tujuan kedatangan Joko Doel. Kyai Joyolelono kemudian mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah keris kepada Joko Doel seraya memberikan restu dan berkata bahwa hanya sebuah keris yang dapat diberikan. Beliau juga berpesan untuk menggunakan keris itu sebaik mungkin. Setelah itu, bayangan Kyai Joyolelono menghilang dan perlahan istana megah kembali berubah menjadi pekuburan.

Keris dari Kyai Joyolelono diberi nama keris Preparing yang artinya keris pemberian. Joko Doel sangat disegani rakyat Kadipaten Kraksaan dengan menangkap banyak penjahat berkat keampuhan keris tersebut. Joko Doel tetap menjaga keris itu untuk digunakan sebaik-baiknya sesuai pesan dari Kyai Joyolelono.

Tradisi ini masih tetap dilakukan sampai sekarang. Setiap Bupati yang akan menjabat di wilayah Kraksaan (Kabupaten Probolinggo) melakukan sekar dan berdoa, hanya saja proses nyekar saat ini bukan nyepi seperti yang dilakukan oleh Joko Doel. Kesimpulan dari cerita tersebut adalah semangat dan pantang menyerah. Semoga kita sebagai warga Kraksaan dapat belajar dari kisah Joko Doel untuk kuat bertahan menjalani kehidupan dengan berdoa dan berusaha sekuat mungkin.

Posted by News Online Center on 8:32 PM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 comments for "Belajar dari Kisah Joko Doel"

Leave a reply

Blog Archive

Seputar Kraksaan

Seputar Probolinggo

Jelajah Kota